Senin, 05 Maret 2012

Laporan Laju Respirasi Hewan Jangkrik



       I.            Tujuan
·         Mengetahui pernapasan pada hewan
·         Mengetahui laju pernapasan pada hewan berdasarkan faktor – faktor frekuensi pernapasan.
    II.            Landasan Teori
Insekta bernafas menggunakan trakea.udara keluar masuk ke pembuluh trakea melalui llubang-lbang kecilpada eksoskeleton. Trakea bercabang keseluruh tubuhdengan ukuran semakn halus. Jadi, pada insekta O2 tidak diedarkan melalui darah, tetapi melalui trakea.
Pernapasan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor ,diantaranya ada suhu tubuh, jenis kelamin, aktivitas, berat tubuh, d.l.l.

 III.            Alat dan Bahan
a.       Kapas
b.      Kristal NaOH
c.       Tabung respirometer
d.      Pipa berskala
e.       Plastisin/malam
f.       Pipet/siring
g.      Cairan eosin

  IV.            Langkah Kerja
1.      Bungkus Kristal NaOH dengan kapas, kemudian masukkan kedalam tabung respirometer !

2.      Masukan jangkrik yang telah ditimbang beratnya kedalam tabung respirometer, kemudian tutuplah dengan pipa berskala !


3.      Oleskan plastisin/malam pada celah penutup tabung !

4.      Tutup ujung pipa berskala dengan jari ± 1 menit, kemudian lepaskan dan masukan setetes eosin dengan menggunakan pipet/siring !

5.      Amati dan catat perubahan kedudukan eosin pada pipa berskala tiap 2 menit selama 10 menit !

   V.            Data Pengamatan
Tabel pengamatan

No.
Berat Jangkrik (Gram)
Perpidahan Kedudukan Eosin (ml)
Rata – rata (ml/menit)
Menit  ke 2
Menit ke 4
Menit ke 6
Menit ke 8
Menit ke 10
1
0,6

0,12
0,25
0,36
0,44
0,52
0,169
2
0,9
0,18
0,33
0,45
0,58
0,64
0,218
3
0,3
0,29
0,44
0,56
0,72
0,83
0,284

VI.            Analisis Data

1)      Faktor apakah yang menyebabkan pergerakan kedudukan eosin pada pipa berskala ?
·         Keaktivan jangkrik
·         Berat jangkrik

2)      Apakah fungsi KOH/NaOH pada percobaan ini ?
·         NaOH memiliki fungsi mengikat CO2. Sehingga, eosin dapat lebih mudah ditarik, dan jangkrik masih bisa bernapas.

VII.            Kesimpulan
Laju pernapasan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya berat tubuh dan aktivitasnya, seperti yang telah dilakukan pada percobaan diatas, pada jangkrik nomor 1 dan 2 dipengaruhi oleh berat badan, semakin berat tubuh seseorang,maka semakin cepat lajunya,karena udara atau oksigen yang dibutuhkan lebih banyak,akan tetapi bila dibandingkan pada percobaan nomor 3, faktor yang mempengaruhi adalah aktivitasnya, faktor – faktor lain yang mempengaruhi ada jenis kelamin, suhu tubuh,d.l.l.
Jadi,kesimpulan pada percobaan kali ini adalah, laju pernapasan dipengaruhi oleh beberapa faktor,diantaranya berat tubuh dan aktivitas.

VIII.            Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar